Ijinkan Aku Merasa Bahagia Juga seperti
Mereka
MereKetika
usia ku berumur I tahun setengah,,,orang tua ku bercerai menurut cerita yang ku
dengar ibu ku adalah isteri ke dua ,dya marah karena saat mereka menikah ayah
bilang dya sudah bercerai dari isterinya yang saat itu masih tinggal di rumah
ayah,,bu siti adalah nama isteri pertama ayah ku,dya mengetahui ayah ku sudah
menikah dengan ibu ku,dya pun tak rela jika harus benar2 berpisah dari
ayah,karena saat itu dya sudah mempunyai 4 orang anak,dya tak rela jika tempat
tinggal nya saat ini akan jatuh ke tangan ibuku,tempat yang akan menjadi
warisan untuk anak2 nya,bu siti akhirnya pulang ke rumah orang tua nya namun
bukan menerima perceraian dari ayah melainkan mencari cara agar ayah berpisah
dengan ibu,padahal ayahku sudah merelakan rumah itu yang memang tidak begitu
besar,ayah lebih ingin tinggal di kampung bersama ibu,menjadi seorang
petani,tapi ibuku tak setuju dengan pemikiran ayah ku,ibu menyuruh ayah kembali
ke rumahnya untuk menyelesaikan masalah dengan isteri nya,sudah lama ayah
pulang,tapi tak ada kabar lagi,sampai pada akhirnya ibu menyusul di sana
terlihatlah ayah sudah rujuk dengan isteri pertamanya,bu siti dan ibuku
bertengkar hebat sampai kaca rumah ayah pecah dan mereka bertengkar sangat
heboh,,orang2 kampungpun hanya bisa melihat pertunjukan yang langka,,,layaknya
peperangan pada zaman dulu dengan menghembuska pedang masing2,tapi mereka
menggunakan sebuah sapu lantai,,ayah ku melerai pertengkaran itu dan ibu
menyuruh ayah untuk memilih antara dya atau bu siti,ayah jelas
bingung,,kemudian aku di tinggalkan bersama abah,itu adalah panggilanku untuk
ayah,saat usiaku 3 thn,dan tinggal bersama ibu tiriku,di sana aku diperlakukan
tidak adil ,aku selalu dimarahi ketika abah tak ada di rumah,dya selalu memukul
dan menendangku meski tanpa sebab yang jelas,bahkan dya pernah hampir mau
menjualku demi mendapatkan uang 1jt kepada orang kaya di daerah tempat
tinggalnya,namun usaha itu gagal,aku tak tau apa sebabnya,
ibuku
menitipkan aku di kampung dengan kaka nya,,sementara dya bekerja di Jakarta,,untuk
membesarkannku,,,aku di titipkan bergantian dengan orang yang tak ku
kenal,,,saat aku di titipkan di pemalang di rumah seorang guru yang katanya
adalah saudara ibu ku,,di sana banyak hal yang membuatku tak bisa melupakan aku
tinggal di rumah yang bagus namun aku tak pernah tidur di kamar,mereka
menyuruhku tidur di ruang tamu dan tidak boleh di atas sofa,aku hanya di beri
beberapa lembar Koran tepat di depan pintu aku tidur setiap malam,,tapi aku tak
menangis atau sedih saat itu mungkin karena aku masih kecil,dan aku tak pernah
bercerita pada siapapun,,termasuk ibu ku,,pakaian harus ku cuci sendiri
makanpun aku di jatah,,setiap malam ku rindukan ibu yang tak pulang2,,,,di
pemalang aku hanya tinggal beberapa minggu saja,,,dan aku kembali di pindahkan
ke rumah kaka ibuku di bongas,,,di sana aku merasa agak sedikit senang karena
ada nene ku yang sayang dan merawat ku dengan penuh cinta mungkin aku adalah
cucu kesayangan nya,,,karena dya slalu memberiku uang jajan yang dia selipkan
di kain yang ia kenakan,,setiap nene pulang dari sawah dya membawakannku buah
jambu,,dan saat sore setelah adzan ashar nene memandikanku di kamar mandi
masjid karena hanya orang2 kaya yang punya kamar mandi di dalam rumah dan
tempat buang air besar,,,tapi tak banyak orang yang berlebih di kampungku bisa
di hitung jari tak sampai 10 orang,saat aku masih kecil suasana di kampung
masih belum ada lampu,televisi,hanya ada satu orang yang memiliki televisi dan
menjadikannya sebagai usaha,yang datang ingin menonton televise harus membayar
100 rupiah per orang,kebayangkan satu kampung nonton tv di sebuah rumah seperti
nonton layar tancep,ramai bahkan tak kebagian tempat duduk,saat itu film yang
popular yang ku ingat adalah misteri gunung merapi,jalanan yang masih
berbatu,belum ada kompor minyak atau bahkan kompor gas,makan nasi pun di campur
dengan jagung karena harga beras termasuk mahal bahkan tak jarang jagungnya
lebih banyak dari pada berasnya karena setiap rumah memiliki lahan di atas
gunung sebagai tempat bercocok tanam,bisa di bilang mereka bisa makan karena
mereka menanam sendiri makanannya,dari mulai jagung ,sayur,bahan dapur,semua
mereka dapat tanpa mengeluarkan banyak biaya,mau makan telurpun mereka harus
menunggu induk ayam nya bertelur,,makannya jarang orang kampung yang makan
ayam,,klo ayam nya di potong dan di masak mereka gak bisa makan telur lagi
terkecuali di hari raya fitri kita bisa makan daging ayam tu pun tak setiap
tahun,,lebaran hajipun,,orang yang berkurban tak ada,perbandingan hanya 1 orang
dari beberapa kampung,,saat kurban mereka hanya membagi 1 tusuk sate per rumah
dan di simpan di tembok rumah yang saat itu masih terbuat dari anyaman bambu
atau kayu.
Satu tahun
sudah ibuku tak pulang,dan saat dia kembali tidak dengan tangan kosong dya
membawakanku sebuah boneka susan yang sangat terkenal dulu boneka yang bisa
menangis jika dotnya di lepas,waktu itu baru aku orang pertama yang
memilikinya,ku pamerkan kepada teman2 ku,,matanya cantik berkedip-kedip
rambutnya keriting berwarna pirang mengenakan baju berwarna biru,,aku sangat
menyayangi boneka cantik ku itu tak ku perbolehkan orang lain meminjamnya,ku
ingat masa kecilku yang bahagia saat ibuku kembali dya menyuapiku dengan nasi
yang tak pakai jagung dengan ikan goreng yang di masaknya,,ibuku mencandai ku
dengan kepala ikan “ayo indah makan klo gak nanti kamu yang di makan ikan,tuh
ikan nya jalan ke arah kamu” sambil mengarahkan kepala ikan ke depan
wajahku,dia suapi aku dengan tangannya,sambil tertawa ria,saat itu adalah saat
kebahagiaan yang paling mendalam di hatiku,di saat ibuku benar2
memanjakannku,dan itulah kebahagiaan terakhir yang selalu bersinar di
hatiku,kebahagiaan yang selalu menjatuhkan air mata bila ku ingat kenangan
itu,kebahagiaan terindah saat bersama ibu ku,di saat dya menatapku,merawat
ku,sebagai seorang anak yang ia lahirkan.
Ibuku tak
bisa lebih lama lagi tinggal bersamaku karena dya harus kembali ke Jakarta
untuk bekerja,,untuk membesarkannku,tapi tak sampai satu tahun ibuku kembali
dan yang membuatku takut adalah kepulangannya dengan seorang pria yang ia bawa
untuk di perkenalkannya pada keluarga dan special untuk ku,aku melihat
kepulangan ibu dari dalam rumah,ku intip dari belakang pintu dan kulihat sosok
pria yang membuatku takut,,hingga aku bersembunyi di antara tembok dan lemari
sambil ku lipat ke dua kaki ku dan kupegang ke dua tangan ku,dengan hati yang
berdegup kencang takut pria itu mengetahui dimana keberadaanku.terdengar suara
ibu yang memanggil nama ku,,
“indah…indah kamu dimana sayang,mama udah pulang nih..coba lihat siapa yang bersama mama,mama bawa kan kamu makanan banyak,,ayo keluar jangan bersembunyi terus,,,kamu dimana???” teriak ibu ku
“indah…indah kamu dimana sayang,mama udah pulang nih..coba lihat siapa yang bersama mama,mama bawa kan kamu makanan banyak,,ayo keluar jangan bersembunyi terus,,,kamu dimana???” teriak ibu ku
Ku tolehkan
kepalaku ke depan dan melihat ibuku
“ternyata kamu di samping lemari ya,,,lagi ngapain di situ gak takut ada binatang,coba lihat isi kardus yang ibu bawa,,ayo sini,,”
“ternyata kamu di samping lemari ya,,,lagi ngapain di situ gak takut ada binatang,coba lihat isi kardus yang ibu bawa,,ayo sini,,”
Ingin ku
buka kardusnya tapi aku gemetar melihat pria itu
“owh jadi ini yang nama nya indah,cantik ya,,,,”kata pria seram itu
“owh jadi ini yang nama nya indah,cantik ya,,,,”kata pria seram itu
Mungkin dia
pun menyadari aku bukannya malu tapi justru takut padanya,,kemudian dia buka
kardus itu dan mengambil isi nya,dia tunjukan makanan yang belum pernah ku
makan,sebenarnya makanan yang biasa saja biscuit kering dengan banyak gula
warna warni di atas nya,banyak sekali yang menjualnya di Jakarta tapi maklumlah
namanya juga di kampung.
“kamu gak mau makan ini ndah,,,rasa nya enak lho,,,semua buat indah”kata pria seram pada ku sambil menyodorkannya,,,karena saat itu aku masih kecil dengan mudah nya aku di rayu dan menerima makanan yang dibawakannya sambil tersenyum senang
“tuh kan dya luluh,,,”kata ibu sambil tersenyum
“kamu gak mau makan ini ndah,,,rasa nya enak lho,,,semua buat indah”kata pria seram pada ku sambil menyodorkannya,,,karena saat itu aku masih kecil dengan mudah nya aku di rayu dan menerima makanan yang dibawakannya sambil tersenyum senang
“tuh kan dya luluh,,,”kata ibu sambil tersenyum
Satu minggu
pria itu tinggal di kampungku yang ternyata sedang mempersiapkan pernikahannya
dengan ibuku,tak ku ingat hari pernikahan itu,suasana nya tempat
nikahnya,mungkin aku sedang di pindahkan agar tak merusak hari bahagia untuk
mereka.
Yang ku
ingat adalah malam saat mereka sudah menjadi suami isteri,di malam itulah ibuku
melupakanku sebagai anak nya,dya memarahiku tanpa sebab dan menyuruhku untuk
keluar dan tidur diluar,aku menagis karena aku takut gelap dan sudah hampir tengah
malam pula,aku kebingungan harus tidur dimana tak ingin ku mengganggu tidur
orang lain yang mungkin aku bisa tidur bersama biyung ku,tapi aku takut di
marahi ibu jika ketauan aku mengadu pada biyung,akhirnya ku lihat kumpulan
batu2 kali yang akan digunakan untuk membangun rumah ku naik ke atas batu itu
dan ku anggap sebagai tempat tidur, ,letaknya bersebelahan dengan rumahku hanya
beberapa langkah saja yang memisahkannya hanya posisinya lebih tinggi,ku
rebahkan tubuhku dan menghadap ke atas langit banyak bintang disana,aku tak
sedih lagi saat ku lihat kumpulan bintang yang melindungiku dari
gelap,terdengar pintu rumah ku terbuka serentak aku langsung bangun yang ku
piker aku boleh tidur di dalam tapi yang keluar adalah ayah tiriku dia hanya
buang air kecil dan melihatku seolah tak mengenaliku,dan akhirnya dia masuk
kembali ke dalam rumah,aku duduk sambil bertanya-tanya,saat itu aku berumur 3th
tak akan sampai otak ku berfikir lebih,ku lihat ada cahaya yang menyorot kea
rah wajahku,,dua orang yang sedang berjaga di masjid
“lihat tuh ada anak kecil,,,menurut lo hantu bukan”salah seorang dari mereka
“coba gw liat,masa ada anak tengah malm gini di luar sih,,,”sambil menyenter dari kejauhan
“lihat tuh ada anak kecil,,,menurut lo hantu bukan”salah seorang dari mereka
“coba gw liat,masa ada anak tengah malm gini di luar sih,,,”sambil menyenter dari kejauhan
“ah bukan
manusia kali,,,tapi mirip indah ya…?”
“jelas
bukanlah,mana mungkin dia di luar,,kejam amat,,,jangan2 setan,,,pergi yuk…dah
tengah malm nih,,,”
“hii serem
juga ya…ayo kita pergi”
Akhirnya aku
tertidur pulas sampai tak mendengar suara adzan subuh,aku terbangun karena hari
sudah tak gelap lagi,,,dan berlari memutar arah untuk pulang,entah aku sedang
kesambet atau mungkin semalam aku bermimpi indah,,,sambil berlari2 kecil aku
mengangkat tanganku dan mengayunkannya ke kanan dan ke kiri sambil
bernyanyi,,,,
“indah dari
mana…???”Tanya seorang tetangga yang melihatku
Aku terdiam bingung menjawab
“kamu tuh
kerjanya main terus ya pagi2,,ayo pulang mandi”kata ibuku yang sedang mau
berangkat mencuci
Sudah satu
bulan ayah tiri ku tinggal di kampung,dan akhirnya memutuskan untuk pindah dan
merantau di Jakarta ,hatiku sedih harus meninggalkan biyung yang ku
sayangi,karena di dunia ini hanya 2 orang yang sangat kukasihi lebih dari diri
ku sendiri yaitu biyung dan ibuku.
Di Jakarta ibu ku bekerja sebagai pembantu rumah
tangga di keluarga dokter dan ayah tiri ku sebagai buruh bangunan,,awal
kepindahan kami hanya tinggal di sebuah kontrakan satu kamar,,tempatnya
terletak di belakang kontrakan yang lain,dan disampingnya kamar mandi terbuka
untuk beramai-ramai,,tempat pertama yang ku tinggali tak muat tempat
tidur,peralatan dapur pun tak bisa,,seperti sebuah gubuk di tengah sawah hanya
menggunakan tikar dan 1 lemari untuk 3 orang,jelas lebih besar rumah biyung di
kampung berlipat-lipatnya,,,ibuku mengandung anak pertama dari ayah di
perkirakan ananknya laki-laki namun keguguran karena saat hamil ibu masih
bekerja,mungkin karena kelelahan,,tapi tak berselang lama tak sampai 1 tahun
ibuku mengandung lagi,ketika usia kandungannya mendekati kelahiran adikku,ibu
dan aku pulang ke jawa,,,ku ingat malam itu semua orang ribut karena ibuku akan
melahirkan aku yang sedang tertidur terpaksa bangun karena sangkin bisingnya
suara langkah kaki,ayah tiriku pergi sambil berlari-lari untuk menjemput
seorang dukun beranak karena di kampung rumah bidan itu sangat jauh sedangkan
tak ada kendaraan,ibuku melahirkan di rumah,ku dengar suara tangisan seorang
bayi yang amat lantang,aku senang ternyata adik ku lahir dengan selamat tanpa
ada kekurangan dya anak perempuan yang cantik meskipun aku dan dya bukan satu
ayah,,,
“mah adik ku sudah lahir ya,,,,aku mau liat ….”
“iyya nanti ya,,,kasian adik bayinya,,,sekarang indah tidur bareng sama yuli dlu ya” kata uwa ku ibunya yuli
“mah adik ku sudah lahir ya,,,,aku mau liat ….”
“iyya nanti ya,,,kasian adik bayinya,,,sekarang indah tidur bareng sama yuli dlu ya” kata uwa ku ibunya yuli
Sedih memang tapi apa boleh buat,,aku pun harus sabar
menunggu besok untuk melihat adik kecil ku itu,dya lahir di bulan November
tahun 1997 dan di beri nama Desi Novita Sari. Saat malam tiba aku ingin tidur
bersama ibu dan adikku itu tapi ibu tak mengijinkannku…
“mah aku
tidur sama adik ya,,,,sama mama di sini,,,boleh ya mah,,”tanyaku
“kamu tidur
sama yuli ja,ntar adik bayinya nangis karena kesempitan,,,”
“tapi
mah,,,aku juga mau tidur sama mama dan adik bayi,,,,boleh dong mah,,,”aku
bersikeras
“ya
udah,tapi kamu tidurnya di pojok ya,,,di samping mama biar gak kena adik
bayi,,”ibu ku menjawab
“ya gak apa2
yang penting aku tidur sama mama dan adik,,,”
Malam itu
tempat tidur yang biasa ku pakai sendiri saat ibu ku di Jakarta kini di tempati
oleh 4 orang,,,di pinggir ada ayah tiriku di sampingnya adik dan ibu ku,aku di
pojok,,tapi aku merasa sangat sedih saat aku tidur ibuku tak memperdulikannku
dia membelakangiku tapi aku tak perduli karena sudah lama aku tak tidur dengan
ibu ku,ketika aku tertidur pulas aku terjatuh dari tempat tidur yang saat itu
lantainya masih tanah,karena tempat tidur ku tidak terlalu mepet ke tembok
sehingga badanku yang kecil terjatuh dan ada di kolong tempat tidur,,,terpaksa
aku harus merangka untuk kembali ke posisi semula,,,malam itu aku terjatuh
terus dari tempat tidur entah sudah berapa kali,,mungkin karena dorongan dari
ibu ku,,
“aduh sakit mah…aku tidurnya di tengah ya,,,deket adik,,,”
“aduh sakit mah…aku tidurnya di tengah ya,,,deket adik,,,”
“siapa yang
suruh kamu tidur nya gak bener ,bikin ribut malem2 ja,,nanti adiknya bangun,kl
kamu gak bisa diem nanti kamu di suruh tidur di luar,,mau???”bentak ibuku
“iyya
mah,,,”sambil menunjukan wajah sedih ku,kembalilah aku tidur namun aku ketakutan
jika aku terjatuh lagi aku bisa di usir tidur di luar,,,akhirnya aku setengah
tertidur terkadang bangun karena takut jatuh..
Kami tak bisa berlama – lama di kampung karena ayah tiriku harus bekerja,dan
ibupun merasa bosan di rumah demi meperbaiki kehidupan keluarga ibu memutuskan
untuk kembali ke pekerjaannya dulu,,adik ku yang masih kecil di titipkan di
bandung di rumah ayahku,disana ada adik2 ayah tiri ku yang mau
merawatnya,sedangkan aku tetap bersama biyung dan uwa ku di jawa,,,
Aku senang bisa bermanja – manja dengan biyung,biyung lebih telaten merawatku
dibandingkan ibu,biyung selalu memikirkan aku di banding cucunya yang lain mungkin
biyung merasa kasihan kepada ku,karena dia juga punya anak dan menjadi seorang
ibu,pernah suatu ketika biyung marah pada ibu karena ibu tak mau memasakan aku
telur ayam untuk makan siang dan tak mau menyuapiku,ibu jelas takut pada biyung
dan akhirnya mau memasakan ku telur ayam,,,
Beberapa bulan ibu ku di Jakarta akhirnya datang menjemputku mengajakku ke
Jakarta untuk tinggal di sana,sebelum ke Jakarta ibu mengajak ku ke bandung ke
tempat adikku yang di titipkan,di sana sudah ada ayah tiriku yang datang lebih
dulu,,,aku senang membayangkan kembali bisa bertemu dengan adik kecil ku
itu,sesampai nya disana ternyata suasana sedang tak mendukung,,
“eh mbak sudah datang dari jawa,,ayo silahkan masuk mbak…”
“eh mbak sudah datang dari jawa,,ayo silahkan masuk mbak…”
“iyya,,,ko
rame ada apa ya…???”Tanya ibu ku sambil melangkahkan kakinya dan duduk di
sofa,sedangkan aku layak nya seorang anak kecil hanya kebingungan melihat
wajah2 orang yang sedang berdebat
“ini indah ya,,,,main sama tante aja yuk,,nanti tante kasih makanan di warung tante mau gak,,,”Tanya salah seorang keluarga ayah tiriku
“iyya mau,,,”jawabku karena aku memang suka jajan
“ini indah ya,,,,main sama tante aja yuk,,nanti tante kasih makanan di warung tante mau gak,,,”Tanya salah seorang keluarga ayah tiriku
“iyya mau,,,”jawabku karena aku memang suka jajan
Ternyata mereka sedang mempermasalahkan hak asuh
adikku yang di titipkan kepada adik2 ayah tiriku,mereka tak mau mengembalikan
desi kepada ibuku,dengan alasan mereka sudah sangat sayang dan tak ada
suara anak kecil menghiasi rumah mereka,,,ibuku marah karena desi adalah anak
kandungnya,ibuku hanya menitipkan desi bukan memberikan desi kepada
mereka,,,karena ibu dan ayah tiri ku harus mencari uang untuk kehidupan kami di
Jakarta nanti,keluarga ayah ku tak mau membiarkan desi kembali ke tangan orang
tuanya hingga desi dibawa kabur oleh seorang adik terkecil,ibuku menangis,,lama
mereka berdebat akhirnya ibuku mengalah karena tak ingin desi terluka,,ibu
membiarkan desi untuk tetap tinggal bersama mereka,dengan syarat mereka tak
boleh meminta biaya sekecil apapun untuk membiayai desi,ibuku berfikir mereka
tak akan sanggup,karena pada saat itu paman2 ku sedang menganggur,akhirnya ibu
memutuskan untuk kembali ke jawa menenangkan hatinya yang sedang gundah
memikirkan adikku,sedangkan ayah tiriku tetap di Jakarta untuk menafkahi
kami,saat ibu sedang ngobrol di rumah tetangga aku pergi bermain sendiri ke
tempat teman2 ku,,,banyak anak kampung yang tak sekolah,mereka lebih memilih
pergi ke sawah menemani orang tua mereka mencari rumput atau bercocok tanam dan
kebanyakan hanya lulusan sekolah dasar.
Aku datang ke rumah temanku yang usia nya lebih tua
dari ku,pada saat itu dia baru saja mengasah parit untuk mencari
rumput,kemudian parit itu di simpannya di belakang punggung,,,ketika aku sedang
bercanda dengan nya sambil memukulnya tak sengaja dia membalikan badannya
hingga tanganku terluka terkena parit,,,hanya beberapa centi lagi mengenai urat
nadi ku,aku melihat darah keluar dari tangganku,,aku ketakutan dan berlari
pulang namun aku tak kembali ke rumah melainkan duduk diam di samping rumah
dengan melipat kaki dan menundukan kepala di antara kedua tanganku,wajah ku
mulai pucat baju ku yang putih berlumuran darah tapi aku tak menagis justru takut
menghadap ibuku,,,saat aku sedang terdiam,,,salah seorang lewat di depanku dan
menyapaku
“kamu lagi ngapain indah sendirian disini…mau ke tempat ibumu,,,??”tanyanya
“kamu lagi ngapain indah sendirian disini…mau ke tempat ibumu,,,??”tanyanya
Aku
mengangkat kepalaku dengan bibir yang membisu,orang yang menyapaku kaget
melihat wajahku yang memutih dah darah bercucuran,,dan berteriak,,,,
“masyaAllah indah kamu kenapa nak,,,,wasiraah,,,wasirah,,,,,,,cepeeeett kesini..”
“masyaAllah indah kamu kenapa nak,,,,wasiraah,,,wasirah,,,,,,,cepeeeett kesini..”
Memanggil
ibuku ,sambil kepanikan,,,
“ya mbak ada
apa,,,aku disini,,”ibuku menyahut sambil menghampiri.ibuku pun kaget melihat
aku yang seperti orang tak sadar hanya menatapnya tanpa mengucapkan
apapun,,orang2 berdatangan dan suasana panik menghiasi,,akhinya tangan ku di
ikat dengan kain agar tak semakin banyak darah yang keluar,,saat itu ayah tiri
ku pulang dia pun kaget melihatku,,,orang2 kebingungan karena tak ada rumah
sakit saat itu..dan tak ada tempat operasi yang hanya ada seorang mantri..jarak
nya pun cukup jauh,,,mereka takut aku tak terselamatkan,,,dengan luka yang
besar dan darah terus mengalir,,akhirnya aku di gendong ke tempat
mantri,,sepanjang jalan orang2 kampung memperhatikanku,,dan aku hanya terdiam
lemas..
Akhirnya sampai juga di tempat mantri,,,saat tangan ku di jahit aku tak di suntik obat bius,aku dalam keadaan sadar ku lihat jarum besar dan benang yang membuatku ngilu,ku lihat saat jarum itu akan di tusukan ke tanganku,,aku takut,,,dan mantripun menyuruh ibuku untuk menutup mataku..aku tak melihat saat benang2 itu masuk dan mengikat tangan ku,,aku hanya merasakan ngilu saat benang2 itu di tarik,12 jahitan untuk menutup daging yang terbelah kemudian di balut dengan perban,,mantri menyuruh ibuku untuk kembali setelah 2minggu agar tak terjadi pembekasan dan untuk melepas benang2 itu,,,namun sebelum waktu yang ditentukan aku sudah berada di Jakarta,dan perban yang dipasang hanya dibuka sendiri,sehingga menyebabkan bekas luka yang tak akan pernah hilang,sebuah lengkungan garis seperti sebuah pedang yang panjang,kini menghiasi lenganku.
Akhirnya sampai juga di tempat mantri,,,saat tangan ku di jahit aku tak di suntik obat bius,aku dalam keadaan sadar ku lihat jarum besar dan benang yang membuatku ngilu,ku lihat saat jarum itu akan di tusukan ke tanganku,,aku takut,,,dan mantripun menyuruh ibuku untuk menutup mataku..aku tak melihat saat benang2 itu masuk dan mengikat tangan ku,,aku hanya merasakan ngilu saat benang2 itu di tarik,12 jahitan untuk menutup daging yang terbelah kemudian di balut dengan perban,,mantri menyuruh ibuku untuk kembali setelah 2minggu agar tak terjadi pembekasan dan untuk melepas benang2 itu,,,namun sebelum waktu yang ditentukan aku sudah berada di Jakarta,dan perban yang dipasang hanya dibuka sendiri,sehingga menyebabkan bekas luka yang tak akan pernah hilang,sebuah lengkungan garis seperti sebuah pedang yang panjang,kini menghiasi lenganku.
Semenjak
kejadian itu ibu ku menyuruh untuk menetap di Jakarta,sambil memikirkan untuk
mengambil desy kembali,,kami kembali ke rumah kontrakan yang dulu,tempat
pertama kali kami merantau di daerah pondok petir,,,…
Usia ku belum genap 7 tahun tapi aku iri melihat anak2
yang pergi sekolah,,,aku menangis ingin ke sekolah juga,,,tak ada sekolah yang
menerima ku karena aku belum berusia 7 tahun dan tahun ajaran pun sudah
berjalan satu bulan,,,akhirnya aku di terima di sekolah madrasah,betapa aku
senangnya saat ku bayangkan esok aku akan mengenakan seragam,memakai sepatu
membawa tas,,dan bertemu dengan anak2 yang lainnya…karena di rumah aku tak
punya teman bermain,sebelum aku masuk sekolah aku hanya mengikut ibu bekerja
dan bermain disana,,terkadang aku di beri roti kering,atau uang jajan sebagai
upah karena mau memijat kaki majikan ibuku,,,tapi besok aku tak lagi mengikuti
ibu ku bekerja,melainkan pergi ke sekolah,,,
SUMBER : http://warnawarniimaniyar.blogspot.co.id/2013/05/ijinkan-aku-menggapai-kebahagiaan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar