Minggu, 01 Mei 2016

SURGA ITU BERADA DI BAWAH KEDUA TELAPAK KAKI IBU

Maka berbakti dan membaguskan pergaulan kepada keduanya itu kedudukannya lebih utama daripada berjihad di jalan Allah. Bagi setiap muslim yang dapat melakukannya dengan benar dan dalam keadaan ikhlas maka ia akan mendapatkan pahala yang besar. Karena surga itu berada di telapak kaki ibu, yakni hendaknya seorang muslim itu berusaha mencari keridloan ibunya dalam melakukan sesuatu. Jika ibunya ridlo kepadanya maka jalan menuju surga telah terbentang untuknya, namun jika ia tidak meridloinya maka terhalanglah jalan itu baginya. Apalagi keridloan Allah Jalla Dzikruhu itu tergantung dari keridloan kedua orang tuanya. Jika kedua orang tua ridlo kepada anaknya maka Allah ta’alapun akan meridloinya selama keridloan keduanya itu tidak dalam perkara maksiat.
Dari Thalhah bin Mu’awiyah as-Salamiy berkata, bahwa Jahimah pernah datang kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai Rosulullah, aku ingin berperang dan aku datang untuk meminta petunjuk kepadamu”. Beliau bersabda, “Apakah engkau mempunyai ibu?”. Ia menjawab, “Ya”. Beliau bersabda,
فَالْزَمْهَا فَإِنَّ اْلجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا
“Tetapilah ia (Jangan engkau meninggalkannya), karena surga itu ada dibawah kedua kakinya”. [HR an-Nasa’iy: VI/ 11, al-Hakim, Ahmad: III/ 429 dan Ibnu Abi Syaibah. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].
Berkata al-Imam as-Sindiy rahimahullah, “Surga berada di bawah kedua telapak kakinya, maksudnya adalah sesungguhnya bagianmu dari surga tidak akan engkau dapat kecuali dengan keridloannya. Seolah-olah surga itu berada di bawah telapak kakinya. Hal ini merupakan kaidah, yaitu kamu tidak akan masuk ke dalam surga kecuali dari arah tersebut (yaitu berbuat baik dan berbakti kepada ibu)”.
Dari Mu’awiyah bin Jahimah as-Salamiy berkata, Aku pernah mendatangi Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Aku berkata, “Wahai Rosulullah, aku ingin berjihad bersamamu dalam rangka mencari keridloan Allah dan negeri akhirat”. Beliau bersabda, “Celakalah engkau, apakah ibumu masih hidup?”. Aku menjawab, “Ya”. Beliau bersabda, “Maka berbuat baiklah kepadanya!”. Lalu aku mendatang Beliau dari arah yang lain. Aku berkata, “Wahai Rosulullah, aku ingin berjihad bersamamu dalam rangka mencari keridloan Allah dan negeri akhirat”. Beliau bersabda, “Celakalah engkau, apakah ibumu masih hidup?”. Aku menjawab, “Ya, wahai Rosulullah”. Beliau bersabda, “Maka berbuat baiklah kepadanya!”. Lalu aku mendatangi beliau dari arah depan. Aku berkata, “Wahai Rosulullah, aku ingin berjihad bersamamu dalam rangka mencari keridloan Allah dan negeri akhirat”. Beliau bersabda, “Celakalah engkau, apakah ibumu masih hidup?”. Aku menjawab, “Ya, wahai Rosulullah”. Beliau bersabda,
وَيْحَكَ الْزَمْ رِجْلَهَا فَثَمَّ اْلجَنَّةُ
“Celakalah engkau, tetapilah kakinya (yaitu janganlah engkau meninggalkannya), karena disanalah surga itu”. [HR Ibnu Majah: 2781. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].
عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه و سلم قال: رِضَا الرَّبِّ فىِ رِضَا اْلوَالِدَيْنِ وَ سُخْطُهُ فىِ سُخْطِهِمَا
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radliyallahu anhu bahwasanya Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Ridlo Allah tergantung pada ridlo kedua orang tua. Dan murka-Nya tergantung pada kemurkaan keduanya”. [HR at-Turmudziy: 1899, al-Bukhoriy di dalam al-Adab al-Mufrad: 2, al-Hakim dan Ibnu Hibban. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy:Shahih]

SUMBER :  https://cintakajiansunnah.wordpress.com/tag/surga-di-bawah-telapak-kaki-ibu/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar